Inilah Aku ^_^

Senin, 12 September 2016

Setelah Tugas di Tual, balik lagi Ke Jakarta

Setelah Tugas di Tual, balik lagi Ke Jakarta

Alhamdulillah, setelah 7 bulan lebih aq menunggu surat perintah baru penugasan keluar, akhirnya pada 31 Agustus 2016 keluar lah surat perintah yang aq tunggu-tunggu. Alhamdulillah aq kembali lagi tugas di Jakarta sehingga tidak perlu jauh-jauh lagi jika aq ingin bertemu keluargaq di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Tapi aq tidak langsung kembali ke Mojokerto, karena surat perintah berlaku 2 minggu setelah surat itu dikeluarkan. Akan tetapi, aq mendapatkan arahan dari atasan langsung pejabat Eselon 3 Kolonel Laut (P) AM untuk segera kembali ke Jakarta karena ada tugas yang harus segera diselesaikan.

Akhirnya pada tanggal 07 September 2016 aq kembali ke Jakarta sesuai perintah yang diberikan. Dari Kantor menujui Bandara aq diantar oleh 2 temann Kantorq yaitu NZ (29) dan NSW (26) mengendarai mobil pada pukul 04:00 WIT. Kami datang pagi menuju ke Bandara karena Pesawat menuju Bandara Pattimura Ambon dijadwalkan akan berangkat pada Pukul 06:10 WIT. Perjaalanan dari Kantor SPKKL Tual menuju Bandara ditempuh dalam waktu 30 menit. Setelah sampai di Bandara Sadsuitubun Langgur, akhirnya kami berpisah, Aq segera melakukan Check In dan kedua temanku segera kembali ke Kantor untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.

Senin, 25 Januari 2016

Dinas ke Daerah seri 2 - SPKKL Tual - Maluku

Dinas ke Daerah seri 2 - SPKKL Tual - Maluku

Surat perintah rotasi ke daerah telah keluar pada 07 Januari 2016, alangkah kagetnya ketika aku mendapatkan penugasan ke SPKKL Tual yang akan berangkat pada 24 Januari 2016 dari Jakarta. Rasa kaget sudah tidak bisa aku rasakan lagi karena saat mendapat kabar tentang surat perintah tersebut aku sedang memikirkan anakku yang pertama sakit dan diagnosis terkena penyakit tifus. Saat surat tersebut terbit aku sedang berada di mojokerto dan setelah memastikan kebenaran tujuan penugasanku adalah ke tual, lalu aku memikirkan kata0kata untuk membicarakan hal tersebut kepada Ibu dan Istriku. Alhamdulillah setelah aku berbicara kepada Ibu dan Istriku, mereka mendukung 100% secara mental.

Gambar 01. Sprint Rotasi ke Tual
Hari keberangkatan pun tiba, tiket pesawatku akan dijadwalkan berangkat menuju Tual pada tanggal 24 Januari 2016 pukul 01:30 WIB yang akan transit terlebih dahulu ke Ambon lalu lanjut menuju Tual. Aku berencana berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Stasiun Gambir dengan menggunakan Bus Damri akan tetapi

Senin, 26 Oktober 2015

Kelahiran anak keduaku (Arvara Orya)

Kelahiran anak keduaku (Arvara Orya)

Mempunyai anak merupakan sebuah anugerah yang tak ternilai apalagi mempunyai anak lebih dari satu adalah sebuah kebahagiaan yang amat sangat lebih. Aq dulu mempunyai keinginan untuk memiliki anak lagi jika aq jadi PNS atau mempunyai pekerjaan yang mapan. Dan akhirnya ketika aq diterima menjadi PNS di Baamla RI tahun 2015 saat itu juga Istriq d bulan Februari memberi kabar klo dia sedang hamil.

Kehamilan anak kedua merupakan masa2 sulit bagiq dalam arti karena aq tidak dekat dengan Istriq. Saat itu aq berdinas di Bangka belitung dan Istriq berada di Kota Mojokerto. Aq gak berani ajak Istriq ke Bangka karena banyak pertimbangan karena rata2 saat itu aq dinas hanya 7 bulan saja sehingga aq tidak mungkin memindahkan Istriq dari Babel di Usia hamil ke 7 bulannya. Maka dari itu aq bertahan untuk menaruh Istriq di Kota Mojokerto saja. Sesekali aq dapat p[ulang ke Mojokerto untuk bbrp hari. Berat rasanya, tp aq selalu berdoa untuk kesehatan Istriq dan bayi yang sedang dikandungnya.

Selalu berdoa dan sabar jauh2an, akhirnya di bulan Agustus 2015 kami angkatan V Bakamla yang bukan putera puteri daerah semuanya ditarik ke  Jakarta untuk mengikuti kegiatan Pra Jabatan. Ketika di Jakarta Alhamdulillah aq bisa beberapa kali ke Mojokerto berkumpul bersama keluarga dan membangun mental istriq mempersiapkan kelahiran yang kurang beberapa bulan lagi. Setelah beberapa bulan aq di Jakarta tibalah saat dimana aq akan mengikuti kegiatan Pra Jabatan di Ciawi, Bogor pada 19 Oktober 2015. Di situ aq mulai galau karena tanggal tersebut mendekati waktu kelahiran anakq yang kedua, karena aq harus di Ciawi sekitar 3 bulan lamanya.

Inilah dimana moment menentukan terjadi, saat itu aq memberanikan diri untuk ijin untuk pulang sebelum aq benar2 e Ciawi, Bogor selama 3 minggu kedepan. Aq ijin tidak masuk pada tanggal 16 Oktober 2015 dan aq dari Jakarta tanggal 14 Oktober 2015 Sore karena pada tanggal 15 Oktober 2015 tanggal merah. Aq mempertaruhkan waktuq, jika aq pulang namun anakq belum lahir maka setidaknya aq bisa mencium perut Istriq sebelum akhirnya benar2 tidak bisa ke Mojokerto selama 3 minggu kedepan.

Sumber gambar http://kalenderindonesiaonline.blogspot.com/

Dan keajaibanmu terjadi, saat itu Istriq tidak merasakan apapun dan kami juga melakukan kegiatan seperti biasa. Ketika hari Jumat malam kami akan jalan2, Istriq mengeluh sedikit nyeri di perutnya. Akhirnya aq putuskan sebelum jalan2 aq mengajak Istriq untuk kontrol karena mungkin aq tidak bisa mengantar lagi untuk 3 minggu kedepan. Setelah sampai di tempat persalinan di Klinik Ananda dekat Terimal Mojokerto ternyata Istriq sudah buka'an 3 dan disarankan untuk menginap. Akhirnya aq putuskan Istriq untuk menginap menunggu perkembangan proses persalinan.

Senin, 05 Oktober 2015

Dinas Luar pertama dan bertemu Mertua di Lombok secara Gratis!!!

Dinas Luar pertama dan bertemu Mertua di Lombok secara Gratis!!!

Sudah 3 tahun lebih Aku tidak pernah bertemu dengan kedua mertuaku yang berada di Lombok-NTB sejak acara pernikahanku dengan anak mereka. Bukan Aku yang tidak mau bertemu, tetapi waktu yang menghalangiku untuk bertemu. Meskipun Aku tidak pernah mengunjungi mertua, tetapi Aku tetap memberikan waktu Istriku untuk pulang kampung dan bertemu kedua Orangtuanya dan keluarga besarnya.

Mungkin akhir September 2015 ini adalah hari keberuntunganku, keberuntungan yang tidak aku sangka mendapatkannya. Aku mendapatkan Surat Perintah untuk menghadiri Acara yang diadakan oleh Bakohumas di Mataram-NTB. Aku tidak sendirian, Aku ditunjuk untuk mendampingi Senior Saya SHR (35) untuk menghadiri acara tersebut. Lokasi acara tersebut berada di Lombok Plaza Hotel Jl. Pejanggik tepat sebelah barat warung mertuaku yang sempat beliau tempati 4 tahun silam. Aku sangat hafal sekali lokasi acara tersebut karena berada di pusat kota Mataram NTB.

Perasaanku sangat bahagia ketika mendapatkan surat perintah dinas luar yang tujuan lokasinya tidak jauh dari rumah mertuaku saat ini. Hatiku senang tidak kepayang, mendapatkan surat perintah ini seperti "menyelam sambil meminum air". Aku menjalankan tugas sambil bisa bertemu kedua  mertuaku dan keluarga besar Istriku di Lombok. Aku sengaja untuk tidak memberi kabar tentang kedatanganku, selain Aku tidak ingin mereka repot-repot mempersiapkan segala sesuatu, Aku juga tidak bisa menjamin diriku untuk bisa datang berkunjung karena takut akan keterbatasan waktu.

Aku mendapatkan Surat perintah untuk berangkat pada tgl 29 September 2015 dan kembali ke Jakarta pada 01 Oktober 2015. Akan tetapi, setelah cek jadwal penerbangan secara online, ternyata semua penerbangan dari Lombok ke Jakarta hanya ada siang hari. Atas pertimbangan tersebut, akhirnya kami diizinkan untuk kembali dari Lombok pada tanggal 02 Oktober 2015. Setelah mengurus administrasi, akhirnya kami berangkat pada 29 September 2015 menggunakan Lion Air JT 0605 pada pukul 20:00 WIB dan kembali secara transit dari Lombok ke Jakarta menggunakan Citylink QG 661 & QG 184 pada pukul 12:00 WIT.

Minggu, 14 Juni 2015

Lomba HUT RI ke 70 di Pulau Semujur, Bangka Tengah

Lomba HUT RI ke 70 di Pulau Semujur, Bangka Tengah

HUT RI ke-70 tinggal 2 bulan lagi, tetapi instansi saya memerintahkan untuk segera melaksanakan kegiatan Lomba menyambut HUT RI ke-70 sebelum bulan Ramadhan. Kegiatan Lomba tersebut meliputi Lomba memancing dan Lomba Catur yang akan di adakan di Pulau Semujur Bangka Tengah. Kami memilih mengadakan Lomba di Pulau semujur karena kami ingin mengadakan Lomba untuk Desa Pesisir di pulau Bangka.

Kami berangkat dari Pangkalpinang pada 13 juni 2015 pagi jam 06:00 WIB membawa segala perlengkapan untuk kegiatan Lomba tersebut menuju pantai di Tanjung Gunung. Kami menyeberang ke Pulau semujur menggunakan Perahu yang sudah di pesan sebelumnya. Perjalanan kami dari Tanjung Gunung menuju Pulau semujur memakan waktu sekitar 40 menit. Cuaca pagi ini sangat cerah dan ombak juga tidak terlalu besar, jadi perjalanan kami lancar dan aman.
Persiapan berangkat ke Pulau Semujur

Kami tiba Pulau semujur sekitar pukul 8 pagi dan langsung mempersiapkan diri untuk acara pertama, yaitu Lomba memancing. Sebelum acara dimulai, Kepala Kantor kami membuka acara tersebut dan para warga pulau semujur menyambutnya dengan antusias yang cukup tinggi terhadap kedatangan kami. Di pulau semujur hanya terdapat sekitar 44 sederhana rumah dari kayu dan mata pencaharian mereka sebagai Nelayan dan petani Rumput Laut. Karena mereka hobi sekali memancing, pendaftarnyapun sangat banyak sekali.
 

Ad Placement