Inilah Aku ^_^: Agustus 2018

Rabu, 22 Agustus 2018

Kelahiran Anak Ketigaku (Regava Orya)

Kelahiran Anak Ketigaku (Regava Orya)

Menanti kelahiran anak menjadi hal yang mendebarkan bagi setiap orang tua khususnya yang bekerja diluar kota jauh dari rumah. Semua akan semakin mendebarkan ketika mendekati hari kelahiran.

Kerisauan akan timbul ketika harus menyesuaikan pekerjaan dan waktu melahirkan. Apalagi sebuah kelahiran normal waktunya tidak dapat diprediksi dengan tepat. Tentunya hal itu menjadi kegundahan yang akan dirasakan setiap harinya bagi kedua orang tua.

Kerisauan itu ternyata juga aku rasakan untuk kedua kalinya. Kehamilan anak ketiga ku ini sama seperti kehamilan anak keduaku. Kami tinggal berbeda kota, Istriku di Mojokerto dan aku di Jakarta.

Namun ada yang berbeda situasinya saat ini. Ada bantuan datang dari Ibu mertuaku. Beliau jauh-jauh datang dari Lombok untuk membantu proses kelahiran anak ketigaku. Tentunya itu sangat membantu khususnya masalah psikisku yang sedang gundah gulana.

Keadaan penentuan waktuku cuti juga berbeda dengan kelahiran Arvara. Saat ini aku mendapatkan hal cuti khusus (Istri melahirkan). Aku mendapatkan cuti hingga 10 hari kerja. Tentunya itu sangat membantu meringankan beban psikisku dan Istriku. 

Hari-hari penantian aku lewati dengan perasaan tenang tanpa beban pekerjaan. Hak cuti khusus sesuai aturan membuat semuanya berjalan normal. Akupun menanti hari kelahiran dengan tenang karena semua sudah siap dari segi apapun. 

1 Bulan sebelum kelahiran (Dok. Pribadi 2018)


Sebelum hari kelahiran, aku dan Istriku sempat bimbang untuk menentukan dimana tempat yang cocok untuk proses persalinan. Apakah ditempat kelahiran Arvara atau di bidan tetangga komplek perumahan?

Akhirnya dengan melalui berbagai pertimbangan dan perhitungan. Akhirnya aku dan Istriku menentukan untuk melakukan persalinan di bidan komplek sebelah. Jaraknya pun sangat dekat, kurang dari 500m. Sehingga semuanya menjadi terlihat semakin mudah. 

Hari kelahiranpun tiba, malam itu tiba-tiba air ketuban merembes. Meskipun aku sudah menemani kelahiran dua anakku, hal ini tetap membuatku teras menjadi Bapak baru. Kepanikan melandaku, langsung aku terkam Hpku dan memencet nomor telepon Bu Rina. 

Akhirnya malam itu aku disuruh datang kerumahnya untuk persiapan kelahiran. Akupun naik motor dan membonceng Istriku untuk mengantarnya.

Ketika diperiksa ternyata masih "buka'an" 3 sehingga diprediksi kelahiran akan terjadi besok pagi. Namun tetap saja malam itu aku tidak bisa tidur karena Istriku mengeluh nyeri di perutnya. Aku sengaja jaga malam itu dan akan bergantian dengan mertuaku besok pagi. 

Seperti yang orang-orang katakan bahwa kelahiran anak ke 3 akan sangat sakit sekali. Memang benar apa yang orang bilang. Istriku merasakan sakit dari malam hingga melahirkan. Untung nya dia wanita yang kuat secara fisik dan mental.

Pagi harinya aku bergantian jaga dengan mertuaku. Akupun tidur lelap hingga kelahiran anakku akan berlangsung sekitar pukul 10 pagi. Akupun berdoa agar semuanya diberikan kesehatan dan keselamatan. 

Saat proses kelahiran pun Istriku benar-benar merasakan sakit yang lebih daripada melahirkan kedua anakku sebelumnya. Sakit yang begitu lebih dengan durasi yang lama. 

Tapi semua terbayarkan ketika sesosok bayi laki-laki dengan berat 3,8 Kg keluar dan menangis dengan kencang. Yaa.. Anak ketigaku lahir dengan persalinan normal dengan kondisi Ibu dan bayi yang baik-baik saja. Akupun mencium Istriku dengan hangat karena dia telah melakukannya dengan baik sesuai instruksi dari bidan.

Dok. Pribadi 2018


Akupun sangat bahagia bukan kepalang. Aku bisa melihat proses persalinan anak ketigaku. Aku bisa menyerukan Adzan secara langsung ketelinganya. 

Semua bahagia, Ibu mertuaku juga sangat bahagia karena bisa secara langsung melihat anak keempatnya melahirkan anak ketiganya.

Dok. Pribadi 2018
 

Ad Placement