Masa Sekolah - Inilah Aku ^_^

Masa Sekolah

 Sekolah Dasar (SD)

Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK). Bagaimana serunya bermain, diajarkan menggambar,bernyanyi atau bermain di taman depan kelas. Aku melakukan itu semua dirumah tanpa harus masuk TK. Aku belajar menggambar, bernyanyi dan bermain bersama Ayah dan Ibuku. Ayah banyak mengajariku tentang apapun sejak masih kecil dan itu yang membuatku bisa mengembangkan diri dikemudian hari.

Awalnya aku akan didaftarkan disebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada didalam Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun. Aku sendiri tidak tau kenapa Ayahku mendaftarkan di sekolah itu, entah agar dekat pemberhentian bus atau karena sekolah itu bagus untuk pendidikanku. Saat melakukan pendaftaran sempat terjadi sebuah drama karena memang aku tidak berminat untuk masuk sekolah tersebut. Aku mengajukan syarat agar dibelikan 1 set topeng Winspector di Presiden Plaza, Kota Madiun yang pada tahun 1995 harga sekitar Rp 25.000,-. Tentu Ayah tidak membelikanku karena harganya memang sangat mahal namun Ayah menjanjikanku topeng itu jika bisa diterima di sekolah MI tersebut. Akhirnya aku menyetujui dan melakukan proses ujian seleksi dengan setengah hati dan tentunya hasil akhir tidak diterima di sekolah tersebut hahahaha :D.

Meskipun tidak diterima di MI pilihan Ayahku tapi aku tetap mendaftar di sebuah Sekolah Dasar Negeri yang lokasinya masih di pinggir alun-alun namun jaraknya sangat jauh dari tempat pemberhentian bus yaitu SDN Pangongangan 04 (seiring berjalannya waktu, SDN Pangongangan di kota Madiun hanya tersisa 01 & 02 dan lokasi sekolahku saat ini menjadi SDN Pangongangan 02). Setiap hari aku berangkat sekolah sangat pagi sekali sekitar pukul 06.00 WIB dan naik Bus Mini untuk bisa sampai di sekolah. Saat itu bus mini melewati Jl. A. Yani pinggir sungai lalu turun di Jalan Muria dan menyusuri gang kecil tersebut untuk sampai ke sekolah. Dulu aku sangat rajin dan tidak malas, bahkan saat kakiku sakit hampir lemas tidak bisa berjalan aku masih ingin berangkat ke sekolah. Dengan semangat sekolahku, nilai raportku saat kelas 1 selalu Ranking 3 besar dan dipercaya sebagai ketua kelas tapi akhirnya diganti karena memang tidak terlalu minat menjadi ketua kelas. Aku sekolah di Kota Madiun hanya 1 tahun saja dan saat kelas 2 aku sudah pindah ke Kota Mojokerto karena Ayah membeli rumah disana.

Aku diterima sekolah di SDN Wates 3 Kota Mojokerto,  ketika aku sekolah di tempat tersebut, aku dikagetkan dengan lingkungan sokolah yang sedikit kasar dan ekstrem. Aku harus menghadapi bocil-bocil yang usil serta suka berkelahi dan aku harus mampu untuk beradaptasi. Aku mencoba beradaptasi dengan melakukan beberapa perkelahian anak-anak hingga akhirnya aku dapat diterima dan berteman secara normal. Namun, ketika aku menjalani pendidikan sekolah dasar mulai kelas 2 hingga kelas 6 prestasi akademikku menurun. Entah karena faktor lingkungan atau karena hal lain. Akan tetapi alhamdulillah ketika mengikuti ujian akhir aku mendapatkan nilai yang cukup bagus dan dapat diterima di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dengan urutan 3 terbaik dari 9 SMPN yang ada di Kota Mojokerto yaitu SMPN 9 Kota Mojokerto.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Aku diterima di SMPN 9 di dekat rumahku sehingga aku hanya cukup berjalan kaki setiap harinya. Aku menjalani masa sekolah SMP seperti orang pada umumnya namun saat itu aku membuka persewaaan Play Station (PS) yang menjadi tempat tongkrongan anak-anak bolos sekolah sehingga saat ada bookingan bolos akupun ikut bolos. Hal tersebut tentu membuat prestasi akademikku tidak masuk 10 besar karena terkendala absensi. Selain itu, aku juga sering dipanggil guru BK jika ada siswa yang tidak masuk dalam waktu yang cukup lama karena dicurigai bolos dirumahku. Padahal tidak semua itu benar, hanya sebagian kecil saja sih wkwkwk,.

Selain membuka rental PS, aku mulai belajar main gitar untuk memulai aktivitas baru, mengenal musik dan membuat grup band. Momen ini menjadi cikal bakal aku menekuni band saat aku masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) nantinya. Ketekunanku belajar gitar mengantarkan aku menjadi seorang pemain bass. Prestasiku terbesarku saat itu adalah mewakili sekolah untuk mengisi acara pentas seni tahun 2003 yang diadakan oleh SMK Brawijaya Kota Mojokerto dan saat itu band kami masuk dalam sebuah ulasan tabloid khusus Pemerintah Kota Mojokerto. Selain prestasi dalam grup, kemampuan bermain gitarku juga mendapatkan tepuk tangan meriah dari guru dan teman-temanku saat ujian praktik kesenian. Awalnya aku ditertawakan saat mengatakan akan bermain gitar sebuah lagu dari Peterpan Band. Mereka semua mengira aku memainkan lagu Mimpi Yang Sempurna namun semua terdiam ketika aku mulai memainkan intro gitar lagu Semua Tentang Kita hingga akhirnya mendapatkan tepuk tanga yang sangat meriah.

Kedua aktivitasku tidak membuat momentum Ujian Akhir Nasional (UAN) berakhir buruk. Saat menyelesaikan UAN,  aku mendapatkan nilai yang cukup bagus serta masuk 5 besar di sekolahku hingga akhirnya dapat diterima di Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) Favorit di Kabupaten Mojokerto yaitu SMAN 1 Sooko Kabupaten Mojokerto

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Saat aku sekolah di SMAN 1 Sooko Kabupaten Mojokerto, lokasinya cukup jauh dari rumah sehingga saat awal sekolah aku naik angkutan umum untuk pulang pergi. Hingga akhirnya aku dibelikan sepeda motor oleh Ayahku Honda Kharisma yang motor tersebut masih dipakai hingga saat ini (2024). Setelah mempunyai kendaraan sendiri aku sering bermain kemana-mana diseluruh penjuru Kota Mojokerto dan banyak mengenal orang. Saat kelas 1 SMA, aku fokus pada kegiatan Bandku dimana saat tahun 2004 memang saat dimana sedang ramai-ramainya Band lokal di Kota Mojokerto. Sehingga banyak sekali festival musik yang diadakan dan tentunya bandku juga tidak pernah absen. Selain melatih skill juga melatih mental agar tidak demam panggung. Selain manggung, aku juga menciptakan banyak lagu, namun hanya 2 saja yang bisa direkam adikku 10 tahun kemudian yaitu lagu Hanya Dia Saja dan Tergila-gila. Lagu Tergila-gila pernah aku mainkan di sebuah acara festival dengan band yang bernama Desperado Band yang personilnya hanya 3 orang dan mengusung aliran Pop Punk. Hal menarik lainnya, aku mulai memiliki Handphone (HP) sendiri dan HP yang paling menarik adalah Panasonic GD 55. Sebuah HP imut dan unik yang menemani masa sekolah di kelas 1 SMA.

Namun, aku sekolah di SMAN 1 Sooko hanya hingga kelas 1 SMA saja karena aku harus pindah ke sebuah sekolah Negeri yang baru saja berdiri di Kabupaten Sidoarjo yaitu SMAN 1 Tarik Kabupaten Mojokerto. Aku terpaksa pindah karena saat itu tidak masuk dalam kelas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ayahku memilih untuk memindahkanku agar dapat masuk di kelas IPA. Sebenarnya nilaiku tidak buruk-buruk sekali sih namun memang kalah bersaing saja di perangkingan karena jika di sekolah negeri lain aku bisa masuk standart nilai yang bisa masuk kelas IPA. Aku menjalani masa SMA kelas 2 hingga kelas 3 SMA di Kabupaten Sidoarjo dengan lancar meskipun setiap hari harus menempuh jarak total 26 Km pergi-pulang.

Meskipun sekolah di SMAN 1 Tarik, namun aku lebih banyak bergaul dengan teman-teman di Kota Mojokerto karena memang aku bertemu teman sekolahku hanya saat di sekolah saja. Banyak hal menarik yang aku lalui saat memasuki tahun 2005 hingga lulus sekolah SMA di tahun 2007 seperti aku membentuk band yang nantinya band ini membawa kami semua ketingkat yang lebih tinggi yaitu NuansA Band, aku tampil di salah satu Studio Televisi Swasta di Jawa Timur yaitu JTV serta disiarkan secara live di televisi dan tentunya aku berkenalan dengan wanita yang kini menjadi Istriku di sebuah acara pentas seni di SMKN 1 Sooko Kabupaten Mojokerto di Mei 2007. Kami berkenalan karena dia menjadi panitia serta Master of Ceremony (MC) di acara tersebut.

Saat masa SMA nilai akademikku tidak terlalu buruk dan mampu mengikuti setiap pelajaran meskipun disibukkan dengan kegiatan band. Aku dapat melalui UAN dengan lancar hingga aku lulus dengan nilai yang memuaskan. Setelah kelulusan aku juga mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNMPTN) dan akhirnya aku dapat diterima di Jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya. Pengumumannya pun sangat meriah, selain melalui website juga dimuat di koran Jawa Pos dan namaku terpampang disitu.

Itulah cerita singkat masa-masa sekolahku dan nanti akan aku ceritakan berbagai hal secara detail pada postingan-postingan kehidupanku sehari-hari. Jangan lupa tinggalkan komentar ya,.

 

Ad Placement